23 April 2012





Rasulullah telah mengizinkan kita untuk mengutip perkataan-perkataan ahli kitab (orang-orang yahudi dan nasrani) sebagaimana sabdanya: “Sampaikanlah ajaran-ajaranku walaupun itu hanya satu ayat, dan berbicaralah dari ajaran Bani Isra’il (Yahudi), dimana tidak ada halangan bagi kalian...” (HR. Bukhari dalam kitab Shahihnya, kitab Al I’tisham bi Al Kitab wa As Sunnah, dari Abi Hurairah).

Apabila kita menyebut atau mengutip perkataan-perkataan ahli kitab maka kita tidaklah disebut melakukan “bid’ah”. Kesemuanya itu tentunya dengan syarat bahwa kita harus berhati-hati dengan apa-apa yang kita dengar dari mereka., dimana kita tidak menerimanya apabila bertentangan dengan agama atau syari’at kita sebagai bukti. Apabila berlawanan dengan syari’at kita maka perkataan mereka harus kita tolak.


Berikut ini adalah perkataan para ahli kitab tentang perang armageddon :

1. Dalam kitab Wahyu (Revealition) pasal 16 ayat 16 dikatakan: “Dan ruh-ruh setan mengumpulkan sekalian tentara dunia di sebuah tempat bernama Armageddon” (injil, hal.388 penerbit Daar Ats Tsaqafah, Mesir).

2. Didalam kitab “Dimensi Agama dalam Politik Amerika Serikat” disebutkan, bahwa 7 orang pemimpin Amerika percaya dengan adanya perang armageddon. (Lihat dalam kitab “Janji Yang Benar Dah Janji Yang Dusta”, hal.31)

3. Dari kitab “Drama Berakhirnya Zaman”, oleh Oral Robertus. Dan kitab “Akhir Bola Dunia Yang Paling Besar”, oleh Hall Lindus, dikatakan: “Segala sesuatu pasti akan berakhir dalam beberapa tahun, dimana akan terjadi perang dunia yang paling besar, yaitu perang Armageddon atau perang dataran Magedo”. Kedua pengarang yang terkenal di Amerika tersebut memperkirakan, bahwa tahun 2000 Mahesi atau dekat darinya bola dunia ini akan berakhir secara final.

4. Ronald Reagen (mantan Presiden Amerika) pernah berkata: “Sesungguhnya generasi ini tepatnya adalah generasi yang akan melihat perang armageddon.”

5.Jimmy Sujjest berkata: “Aku berkeinginan agar aku dapat mengatakan, bahwa kita akan dapat mencapai perdamaian. Akan tetapi, aku percaya bahwa perang armageddon akan datang dan berkecamuk di lembah “Mageddo”. Ia akan datang. Mereka bisa saja menandatangani perjanjian-perjanjian perdamaian yang mereka inginkan. Namun, sesungguhnya hal itu tak akan merealisasikan apa pun. Sebab, bagaimanapun juga hari-hari hitam itu akan datang.” (Kitab”janji Yang Benar Dan Janji Yang Dusta”, hal.62, juga kitab “Ramalan dan Politik”, hal.37.

6. Seorang pimpinan fundamentalis Kristen berkata: “Sesungguhnya perang armageddon adalah sebuah realita dan sangat nyata, akan tetapi kita bersyukur karena ia akan terjadi pada akhir hari sejagat.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal. 53)

7. Greys Hasl, penulis Amerika, berkata: “Kita sebagai orang-orang Kristen percaya, bahwa sejarah manusia akan berakhir dengan sebuah peperangan yang disebut dengan perang armageddon. Dan bahwa peperangan ini akan dimahkotai oleh kembalinya Al Masih yang akan memerintah terhadap orang-orang yang hidup serta orang-orang yang mati dengan porsi sama.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal.19)

8. Shofeld berkata: “Sesungguhnya orang-orang Kristen yang Ikhlas hendaknya bergembira dengan peristiwa ini. Karena, begitu perang armageddon (pertempuran yang terakhir) ini dimulai, maka Isa Al Masih akan segera mengangkat mereka ke awan, dan mereka akan diselamatkan oleh Al Masih serta tidak akan menghadapi kesusahan apa pun yang terjadi di bumi, di bawah mereka.” (Kitab “Ramalan dan Politik”, hal.25)

Demikianlah beberapa perkataan dari para ahli kitab yang meyakini bahwa perang armageddon pasti akan terjadi di akhir zaman.
sumber



Imam Muslim meriwayatkan dalam shahih Muslimnya dari Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Sesungguhnya setiap manusia dari kalangan anak Adam diciptakan dengan 360 sendi. Barangsiapa yang bertakbir memahabesarkan Allah, bertahmid memuji Allah, bertasbih menyucikan Allah, dan beristighfar memohon ampunan kepada Allah, menyingkirkan batu dari jalanan, atau (menyingkirkan) duri atau tulang dari tengah jalanan, memerintahkan kebaikan, dan mencegah kemungkaran, sejumlah 360 sendi tersebut, maka hari itu ia telah berjalan sambil menjauhkan dirinya dari neraka.” (Shahih Muslim: 1007,2/698)
Hadits senada dilansir oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan-nya (Kitab Al Adab, hadits nomor 4563) dengan redaksi dari Buraidah: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menyatakan: “Didalam diri setiap manusia terdapat 360 sendi, dan ia wajib menunaikan satu sedekah bagia setiap sendi.”

Orang-orang bertanya, “Siapa yang sanggup melakukan itu, wahai Nabi Allah?”
Beliau menjawab: “Mengubur ludah di dalam masjid (adalah sedekah). Menyingkirkan rintangan yang menyakitkan dari jalan adalah sedekah. Jika tidak kau dapati ini, maka dua rakaat shalat Dhuha sudah cukup mencukupi hal ini.”
Hal yang mencengangkan dalam hadist ini adalah kemampuan Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyebutkan jumlah sendi tubuh manusia dengan tepat (360 sendi) pada masa ketika tidak mungkin seseorangpun menguasai ilmu yang paling mudah untuk menerangkan tubuh manusia atau pengetahuan dasar tentang jumlah tulang dalam kerangka manusia, juga jumlah sendi-sendi di dalamnya. Hadist ini diucapkan 1400 tahun yang lalu dalam lingkungan yang tidak memahami ilmu pengetahuan dan penelitian.
Hadist ini dilontarkan pada awal abad ke-7, sementara kita sekarang ini berada di awal abad ke-21, dan masih banyak bahkan sebagian besar manusia modern tidak mengetahui jumlah sendi di dalam tubuh manusia. Sejumlah profesor ahli kedokteran dan bedah tulang pada awal abad ke-21 pun tidak mengetahui secara pasti jumlah tulang maupun sendi di dalam tubuh manusia. Kami telah mencoba meng-konfirmasikan hal ini kepada sebagian besar profesor ahli ini, namun jawaban mereka berkisar antara 200-300 tulang dan antara 100-300 sendi.
Demikian juga sejumlah besar ensiklopedia dunia, yang terang-terangan menghindar untuk menentukan secara definitif jumlah tulang dan sendidalam kerangka manusia dan hanya menjelaskan secara global, sebagaimana yang dilakukan Ensiklopedia Britanica yang mengelompokkan tulang dan sendi kerangka manusia dalam tiga kelompok tanpa merincinya:

Rangka poras, terdiri dari tulang belakang dan tulang tengkorak.
Rangka dalam, terdiri dari tulang rongga dada, tulang rahang bawah, dan sebagian tulang rahang atas.
Rangka ujung (pinggir), terdiri dari tulang duduk, seprangkat tulang bahu, jaringan tulang, dan tulang rawan ujung.

Encyclopedia Hantcinson yang terbit tahun 1995 menyebutkan bahwa jumlah tulang dalam kerangka tubuh manusia hanya ada 206 saja.
Namun Dr. Hamid Ahmad Hamid menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Rihlah Al-Iman fi Jism Al-Insan bahwa jumlah sendi dalam tubuh manusia sekitar 360 sendi sebagaimana yang ditetapkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam 1400 tahun yang lalu.
Dr. Hamid kemudian menjelaskan jumlah ini secara rinci sebagai berikut:

Tulang belakang, memiliki 147 sendi:
25 sendi antartulang belakang
72 sendi antara tulang belakang dan tulang rusuk
50 sendi antartulang belakang pada jalan makanan samping
Dada, memiliki 24 sendi:
2 sendi antara tulang dada dan rongga dada
18 sendi antara tulang dada dan kepala
2 sendi antara tulang selangka dan belikat
2 sendi antara belikat dan tulang batang dada
Bagian atas tubuh, memiliki 86 sendi:
2 sendi antara tulang bahu
6 sendi antara tulang siku
8 sendi antara tulang pergelangan tangan
70 sendi antara tulang-tulang tangan
Bagian bawah tubuh, memiliki 92 sendi:
2 sendi tulang paha
6 sendi antara tulang-tulang dua lutut
6 sendi antara pergelangan kaki
74 sendi antara tulang-tulang telapak kaki
4 sendi antara tulang lutut
Daerah sekitar perut, memiliki 11 sendi:
4 sendi antara tulang ekor
6 sendi antara tulang pinggul
1 sendi antara sambungan tulang kemaluan

Jumlah keseluruhan adalah: 147+24+86++92+11=360
Kerangka tubuh manusia terdiri dari kumpulan tulang yang menyangga tubuhnya, dan memberinya bentuk, sekaligus melindungi alat-alat dan bagian-bagiannya yang lunak dan sensitif, juga menyediakan permukaan yang kokoh yang menjadikan landasan urat.
Tanpa persendian yang telah disiapkan Allah agar sebagian besar tulang rangka manusia yang keras dapat bergerak, tentu manusia akan menderita banyak kesakitan, dan menghadapi berbagai macam persoalan dan beragam kesulitan.
dari sinilah Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam berwasiat kepada manusia untuk bersyukur kepada Allah setiap hari sesuai dengan (bersedekah) minimal sejumlah sendi di tubuhnya jika memang tidak dapat melakukan lebih banyak lagi. Ketika manusia melakukan zikir, syukur, dan sedekah maka sesungguhnya dia tidak akan mampu memenuhi syukur kepada Allah walau untuk satu sendi dari 360 sendi yang telah diciptakan Allah di dalam tubuhnya.
Pertanyaannya, siapakah selain Allah yang mungkin mengejarkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bahwa setiap manusia diciptakan dengan 360 sendi? Siapakah yang mendorong Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk menyelami hal-hal gaib seperti ini? Jikalau Allah tidak menguatkan ilmu ini dengan ilmu dari sisiNya yang telah mendahului semua ilmu manusia, maka akan mandeklah ilmu yang diturunkan dan diilhamkanNya di dalam kitabNya kepada Nabi terakhirNya ini. Penyebutan masalah ini dalam hadist shahih yang dinisbatkan kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana yang dikaji di atas merupakan bukti tersendiri atas kenabian dan kerasulan hingga hari kiamat.
Semoga shalawat kesejahteraan, salam kedamaian dan keberkahan selalu tercurahkan kepada beliau beserta keluarga, sahabat, dan mereka yang mengikuti petunjuknya dan berdakwah di jalanNya sampai kiamat kelak. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

sumber : http://www.fimadani.com/mukjizat-nabawi-tentang-360-sendi-dalam-tubuh-manusia/




Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal. Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal.
Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal. Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir. Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya. Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Irak. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu. Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.
“Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku. Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu. Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?” Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama. Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”
“Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan kuhidupkan dia semula. Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.”
Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh. Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak me-ngakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi.
“Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah. Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi. Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu, Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka. Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah. Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu.
Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan: “Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab: “Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya.”
Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama. Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?” Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.”
Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?” Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia: “Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab: “Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh. Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Dan menurut ceritanya setelah munculnya Dajjal hampir semua penduduk dunia menjadi kafir, yakni beriman kepada Dajjal. Menurut ceritanya orang yang tetap dalam iman hanya tinggal 12,000 lelaki dan 7,000 kaum wanita. Wallahu A’lam.

Dipetik Dari Buku: Menunggu Kedatangan Imam Mahdi, Dajjal & Nabi Isa.
Pengarang: Abdul Latif Asyur.

Popular Posts